SANDHIKA PRATAMA RAIH GELAR PELATIH TERBAIK FESTIVAL FILANESIA 2019

Date 25 March 2019 | 15:15  

Penulis : Kadek Andy Asmara  

3904 views


© Bali Football

Sandhika Pratama (kanan) bersama Dirtek PSSI Danurwindo.


Pelatih Bali United U16, Sandhika Pratama dinobatkan sebagai pelatih terbaik di Festival Filanesia 2019. Gelar tersebut menyamai raihan Coach Gde Mahatma Dharma yang merupakan pelatih Bali United U16 musim lalu yang juga mendapat gelar serupa sebagai 'Best Coach' di Festival Filanesia yang digelar oleh PSSI.

Sandhika Pratama mengaku jika bersyukur bisa meraih gelar pelatih terbaik, ia menyebut gelar tersebut bisa menjadi motivasi tambahan untuk dirinya agar lebih berprestasi lagi di kompetisi Liga 1 U16 bersama tim Bali United U16.

"Tentunya saya sangat bersyukur bisa mendapat gelar pelatih terbaik di Festival Filanesia 2019, gelar tersebut akan menjadi motivasi tambahan untuk saya pribadi agar lebih berprestasi lagi di kompetisi Liga 1 U16 bersama tim Bali United U16," Kata Coach Sandhika kepada Bali Football.

Lebih lanjut, Coach Sandhika mengucapkan terima kasihnya kepada PSSI sebagai penyelenggara Festival Filanesia serta Bali United sebagai klubnya saat ini yang telah memberikan kesempatan untuk dirinya menjadi pelatih di tim Serdadu Tridatu muda.

"Terima kasih saya ucapkan untuk PSSI serta Bali United yang telah memberikan kesempatan buat saya melatih di tim ini." Pungkasnya.

Pada Festival Filanesia 2019 tim Serdadu Tridatu Muda melakoni lima laga tanpa sekalipun mengalami kekalahan dengan hasil tiga kemenangan dan dua hasil imbang.

Selain itu, ada enam pemain Bali United U-16 yang terpilih mengikuti laga perang bintang yang digelar pihak PSSI di hari terakhir Festival Filanesia 2019 ini. Keenam pemain tersebut adalah Made Rai Sila Harta, Komang Dedi Nova, Made Dwi Meiyana, Resi Bala Saputra, Marcel Januar Putra dan Made Putra Kaicen.

Festival Filanesia 2019 digelar pada 19-25 Maret 2019. Dalam penyelenggaraan Festival Filanesia 2019 ini tidak hanya menyuguhkan pertandingan, tapi ada juga lokakarya yang digelar pada tiga hari awal. Adapun semua pertandingan di Festival Filanesia 2019 ini juga tidak ada perhitungan poinnya. Dalam Festival ini diharapkan mampu mengajarkan semangat kompetitif, fair play, dan respek kepada pemain sejak usia muda.