PS GARUDA DALUNG JUARA TURNAMEN DUUR SASUR HUT OPA FC

Date 19 August 2019 | 11:32  

Penulis : Kadek Andy Asmara  

8513 views


© Rudy/Bali Football

Pemain PS Garuda Dalung (hitam) berebut bola dengan pemain Swastika FC.


Laga final turnamen sepakbola duur sasur (35+) dalam rangkaian hari jadi komunitas Oldiest Player Antusias (OPA FC) yang ke-2 digelar di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar Minggu, 18 AGustus 2019 kemarin.

Partai puncak turnamen sepakbola duur sasur (35+) mempertemukan PS Garuda Dalung menghadapi Swastika FC Denpasar, pertandingan final berlangsung cukup menarik. PS Garuda Dalung sudah unggul cepat lewat sontekan pemain lincah Markus Didimur yang membuat PS Garuda Dalung unggul 1-0.

Swastika FC yang tidak mau kalah terus menekan pertahanan lawan, namun justru pemainnya Rafik Arnawan mendapat kartu merah setelah menyikut pemain PS Garuda Dalung.

Meskipun bermain dengan 10 pemain Swastika FC justru bias menyamakan kedudukan lewat gol Wijaya melalui proses gol yang cukup cantik setelah ia berhasil mengelabuhi kipper lawan dengan tendangan ‘lob’.

Kedudukan 1-1 berakhir sampai wasit meniup peluit akhir pertandingan, namun di akhir laga ada protes dari tim PS Garuda Dalung yang mendapati tim Swastika FC memakai pemain dibawah usia 30 tahun melebihi kuota yang otomatis Swastika FC harus di diskualifikasi karena menyalahi regulasi yang sudah disepakati sejak awal, sekaligus menjadikan PS Garuda Dalung menang WO 3-0 dan keluar sebagai juara final turnamen sepakbola duur sasur (35+) dalam rangkaian hari jadi komunitas Oldiest Player Antusias (OPA FC) yang ke-2.

Sementara itu juara ketiga diraih oleh Family FC Denpasar dan tim fair play diraih oleh tim YAS FC Tabanan. Usai turnamen ketua panitia final turnamen sepakbola duur sasur (35+) dalam rangkaian hari jadi komunitas Oldiest Player Antusias (OPA FC) yang ke-2. Ketua panitia acara, Vimo Sancaya mengucapkan banyak terima kasih dengan semua pihak yang mensukseskan rangaian acara, ia juga menambahkan jika digelarnya turnamen ini bukanlah juara  yang utamanya namun menjalin persaudaraan dan sportifitas antar peserta yang bias dibilang sudah berumur agar bisa dicontoh adik-adik yang lebih muda.

“Saya sebagai ketua panitia secara khusus ucapkan terima kasih untuk semua pihak yang membantu mensukseskan kegiatan ini, mencari juara bukanlah yang utama dalam penyelengaraan turnamen ini, namun lebih untuk menjalin persaudaraan dan sportifitas diantara peserta yang kita ketahui sudah bisa dibilang cukup berumur,  dengan harapan tentunya agar nantinya bisa menjadi contoh untuk rekan-rekan yang lebih muda.” Kata Vimo Sancaya.